
Pasien berkebutuhan khusus merupakan setiap individu dengan kondisi medis, fisik, psikologis atau sosial yang membutuhkan pengkhususan perawatan gigi (Vainio et al, 2011). Dikatakan berkebutuhan khusus karena memiliki karakteristik khusus yang berbeda dengan orang pada umumnya dan memiliki resiko tinggi terhadap masalah kesehatan gigi dan mulut sehingga membutuhkan bantuan dan kerjasama dengan orang lain untuk memelihara dan mendapatkan kesehatan gigi dan mulut yang optimal. Kondisi gigi dan mulut yang bersih dan sehat sangat penting untuk menunjang kesehatan mereka secara keseluruhan. Oleh karena itu dukungan dari orang-orang terdekat dan perawat gigi untuk melakukan perawatan gigi dirumah secara mandiri sangat diperlukan, serta tidak mengesampingkan perawatan gigi rutin di fasilitas pelayanan kesehatan gigi. Pendidikan pemeliharaan kesehatan gigi harus diberikan sesuai kebutuhan dan hambatan masing-masing kelompok.
Siapa yang dimaksud pasien
berkebutuhan khusus?
Yang termasuk kelompok pasien
berkebutuhan khusus dalam pelayanan kesehatan gigi adalah:
a.
Ibu Hamil
Ibu hamil beresiko tinggi mengalami
masalah kesehatan gigi dan mulut karena masa kehamilan membuat ibu hamil
mengalami perubahan hormon yang mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut serta
meningkatkan resiko terjadinya pembengkakan gusi ataupun perdarahan gusi.
Kehamilan tidak langsung membuat terjadinya gigi berlubang, namun mempercepat
proses kerusakan dari gigi berlubang yang sudah ada. Infeksi pada gigi ibu
hamil dapat menginfeksi janin dalam kandungan. Selain itu, bila ibu hamil
mengalami gangguan pada gigi dan mulut maka pemenuhan makanannya juga
terganggu. Akibatnya gizi janin kurang tercukupi dan bayi mengalami gangguan
pertumbuhan dalam kandungan.
b.
Usia Lanjut
Seiring bertambahnya usia, gangguan
kesehatan gigi dan mulut pun semakin rentan terjadi. Orang dengan usia lanjut
memiliki keterbatasan dalam beraktivitas akibat dari kesehatan fisiknya yang
menurun dan terjadinya kemunduran sel-sel karena proses penuaan. Sehingga
banyak lansia yang tidak lagi memperhatikan dan menjaga kesehatan giginya
secara baik. Padahal memelihara kesehatan gigi lansia merupakan hal penting
karena mempengaruhi kualitas hidup orang dengan usia lanjut.
c.
Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)
Anak berkebutuhan khusus memiliki
keterbatasan fisik, mental maupun motorik yang meningkatkan resiko terjadinya
masalah atau penyakit gigi dan mulut. Penanganan penyakit gigi dan mulut pada
ABK pun cukup ekstra dan relatif lebih kompleks dibandingkan dengan anak-anak
pada umumnya. Sehingga penting bagi orang tua, orang terdekat dan perawat gigi
untuk mendukung pencegahan masalah kesehatan gigi dan mulutnya serta perawatan
rutin dilakukan sejak dini.
d.
Anak Pra Sekolah
Anak usia pra sekolah gigi sulungnya
sudah mulai tumbuh. Kesehatan gigi sulung sangat berpengaruh pada pertumbuhan
gigi tetap. Kebiasaan buruk yang sering dilakukan seperti menghisap jari,
bernapas melalui mulut, makan minum manis dan melekat, menggigit benda keras,
minum menggunakan dot dll., menyebabkan masalah kesehatan gigi dan mulut yang
cukup serius jika dibiarkan begitu saja. Pada usia ini, mereka juga belum mampu
mandiri melakukan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut sehingga perlu edukasi
dan pendampingan oleh orang tua serta dukungan perawat gigi.
